Apakah aku akan menjadi topi peneduh di kepala musafir dari teriknya matahari?.
Kutipan Sastra |
Venusastra.com - Hi pembaca yang budiman.
Bahkan saat ingatan satu persatu kembali, pernah terbangun sebuah tempat dengan banyak simbol dan yang terbesar adalah Matahari.
Selamat berjumpa kembali dengan postingan analisis puisi Sajak Matahari karya W.S Rendra. Sesuai judulnya, kali ini saya akan membahas, hal apa saja sih yang terdapat dalam puisi W.S Rendra? Kali ini dengan beberapa informasi yang saya peroleh dari mesin pencari di internet, akhirnya saya mendapatkan 'pencerahan' dan mungkin ini juga akan membantu anda sekalian yang sedang mendapatkan tugas untuk menganalisis atau sekadar ingin mendalami puisi ini.
Yuk simak dulu puisinya
SAJAK MATAHARI
Oleh :
W.S.
Rendra
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !
Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka